VIRAL Kakek Tetap Berjualan Martabak Keliling dengan Kondisi Memprihatinkan, Demi Berobat Istri

VIRAL Kakek Tetap Berjualan Martabak Keliling dengan Kondisi Memprihatinkan, Demi Berobat Istri

August 28, 2020 0 By admin

Kisah seorang kakek berjualan martabak keliling dengan kondisi memprihatinkan viral di media sosial. Meski sudah memasuki usia senja dan badan tak tegap lagi, ia harus tetap berjualan untuk menghidupi dirinya dan sang istri. Kisah tersebut pertama kali dibagikan oleh akun Facebook Novi Handayani, Senin (24/8/2020), yang kemudian diunggah ulang oleh beberapa akun di Instagram.

Dari keterangan dalam unggahannya, Novi mengatakan, kakek tersebut biasa berdagang di Kawasan Tembung, Medan, Sumatera Utara. Lelaki renta itu terpaksa tetap berjualan martabak telur, meski raganya sudah tak sanggup berjalan jauh mendorong gerobaknya. Menurut Novi, kakek tersebut baru saja terserang stroke ringan yang membuatnya terpaksa berhenti berdagang selama dua bulan.

Bahkan pas ketika saya beli dia gak sanggup berdiri tuk membalikkan telur dadarnya dan minta saya mengambil kursi yg selalu digantung digrobaknya ," tulis Novi. Kini, kakek tersebut harus kembali berdagang dengan kondisi fisiknya yang sudah lemah untuk biaya berobat istrinya yang juga sedang sakit. Kepada Novi, kakek tersebut mengatakan, bahwa dirinya hanya hidup berdua dengan istrinya dan tidak memiliki anak.

Kalau saya tidak jualan gimana saya dan nenek yg lg sakit dirmh makan, kakek udah 2 bulan gak jualan karna sakit stroke ringan ," tulis Novi menirukan ucapan kakek tersebut. Novi menjelaskan, sebenarnya sang kakek sudah berusaha mencari orang lain untuk melanjutkan usahanya. Sayangnya, meski sang kakek sudah menawarkan gaji, tak seorangpun yang mau membantunya.

Ketika dia sakit selama 2 bulan gak ada yg mau disuruh tuk jualan Martabaknya walau pun digaji, jd mau gak mau dlm keadaan kakek yg seperti ini harus berjualan untuk menyambung hidup sama nenek ," tulisnya. Saat dikonfirmasi, Novi mengatakan kakek tersebut barnama Muktar berusia 80 tahun. Novi menyebut, Kakek Muktar mulai berjualan pukul 11.00 WIB dan baru pulang setelah dagangannya habis.

Ia mengatakan, kondisi istri Kakek Muktar sudah lumpuh sejak sekira empat tahun yang lalu. Sehingga, kakek Muktar harus tetap berjualan untuk memenuhi kebutuhannya dan untuk berobat istrinya. Menurut Novi, untuk membantu mengurus sang istri, Kakek Muktar meminta bantuan adik dari istrinya.

"Kakek hanya tinggal berdua sama si nenek saja dan untuk saat ini ada adek dari si nenek yang bantu mengurus, digaji Rp 30 ribu." Novi menuturkan, selain untuk memenuhi kebutuhan dan untuk berobat istrinya, penghasilan dari berdagang martabak juga dipakai kakek untuk menggaji orang yang mengurus istrinya. Ia pun menjelaskan, bahwa kondisi Kakek Muktar sebenarnya sangat lemah.

Bahkan, untuk berjalan saja Kakek Muktar kesulitan hingga sering jatuh dijalan dan ditolong warga sekitar. "Kalau kita lihat dia sudah tidak sanggup tuk berjalan jauh, untuk berjalan sendiri aja dia kesulitan." "Apalagi sambil mendorong gerobaknya, makanya terkadang dia sering jatuh di jalan dan ditolong masyarakat," ujar Novi.

Novi mengatakan, pada Kamis (27/8/2020) malam dirinya sempat mengujungi kediaman Kakek Muktar. Di sana ia melihat kondisi istri Kakek Muktar serta memerikan sembako untuk kakek dan istrinya. Menurut perempuan berusia 34 tahun itu, saat dirinya berkunjung ke rumah kakek sudah ada beberapa orang yang datang untuk memberikan bantuan.

"Saya tanya apakah sudah dapat bantuan, nenek jawab ada datang orang orang memberi ke kakek." ujarnya. Dari kisah Kakek Muktar, Novi berharap, banyak orang yang bisa mengambil pelajaran, bahwa hidup harus diperjuangan. "Lihat dari gambaran kakek yang walau dalam keadaan setua renta itu, ia tetap mau berjualan tuk mencari rezeki demi istrinya di rumah tanpa meminta belas kasihan dari orang," tandasnya.